Sekilas Sejarah Suku Kenyah Di Desa Batu Majang


Batu Majang adalah salah satu Kampung/Desa di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Mayoritas penduduk Desa Batu Majang berasal dari Kenyah Lepo' Tukung dan sebagian kecil Kenyah Uma' Timai dan Kenyah Uma' Baka'.


Batu Majang terletak di tepi dua sungai: disisi kiri Sungai Alan dan sisi kanan Sungai Mahakam. Nama Batu Majang sendiri diambil dari batu besar yang berada di kampung ini yang terpotong oleh aliran Sungai Alan. Mayoritas profesi masyarakat Kenyah di Batu Majang ialah petani dan pengrajin kerajinan tangan khas Kenyah.

Sejarah menetapnya suku Kenyah di Batu Majang awalnya berasal dari migrasi suku Kenyah di beberapa Lepo'/Uma' di Apau Kayan, terutama dari Long Uro' (Uma' Timai), Long Marung (Uma 'Baka'), dan Desa di Sungai Barang (Lepo' Tukung).



🔖 Baca juga : Suku Kenyah

Migrasi suku Kenyah ke Batu Majang melalui tiga gelombang perpindahan.
  1. Gelombang pertama dari Lepo' Timai/Uma' Timai
  2. Gelombang kedua dari Lepo' Tukung
  3. Gelombang ketiga dari Uma' Baka'

Gelombang Pertama migrasi masyarakat Kenyah dari Apau Kayan menuju Desa Batu Majang adalah dari Uma' Timai, yang pindah dari Long Uro (Apau Kayan) ke Batu Majang (Mahakam Ulu) sekitar tahun 1924 dan mendirikan pemukiman sementara didaerah Batu Majang yang lama, sekitar dua kilometer dari Batu Majang sekarang.

Mereka bergerak sepanjang Urai dan Sungai Temaha, dipimpin oleh Pelahang Lawai dan Pelenjau Apui. Pada tahun 1970 kebanyakan dari mereka pindah ke Buluk Sen sebuah desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kertanegara, dipimpin oleh Pepai Lenjau dan kemudian bergabung dengan kelompok kenyah yang telah menetap lebih dahulu disana sejak 1901.


Gelombang Kedua kemudian dari Lepo' Tukung yang datang dari Desa Sungai Barang (Apau Kayan) dan pindah ke Batu Majang dalam beberapa kelompok. 

Kelompok pertama dari gelombang kedua ialah Lepo Tukung, terdiri dari 15 rumah tangga dan sekitar 75 orang yang dipimpin oleh Pelangla ding, bergerak ke Long Mujud di Sungai Boh pada tahun 1949. Mereka berjalan dan berdayung selama 3 bulan dari Sei Barang sepanjang Sungai Busi ke Long Mujud.

Pada tahun 1960 kelompok kedua Lepo Tukung sekitar 100 orang dipimpin oleh Taja Surau dari Sungai Barang bergabung dengan kelompok pertama. Mereka mengambil rute yang sama seperti kelompok pertama. Tahun 1968 dari Long Mujud ke Batu Majang (Desa lama/tua), bergabung dengan Kenyah Uma' Timai. Di sini mereka mulai membuka ladang di Hulu Sungai Alan, di daerah yang saat ini disebut Km 18 (Lepu'un Uma'' Timai).

Kelompok ketiga Lepo Tukung terdiri dari 250 orang, dipimpin oleh Peding Uluk dan Pebit Anye'. Pindah dari Sungai Barang ke Batu Majang pada tahun 1972 melalui sungai Temaha. Dan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk hingga tiba di Batu Majang. 

Hal ini disebabkan banyak faktor seperti permukaan air sangat rendah karena kemarau panjang, perahu bergerak perlahan-lahan. Kemarau panjang ketika itu juga menyebabkan epidemi kolera, dimana dalam satu hari 3 orang meninggal.


Gelombang Ketiga kemudian dari Uma' Baka' di tahun 1981, sekitar 200 orang dari Long Marung yang dipimpin oleh Peleting Usat dan Pemadang Anye'. Mereka bergerak melalui Desa Metulang, menggunakan perahu tradisional kano ke Naha Payau melalui sungai Uga. Kemudian menetap sementara di Desa Rukun Damai, sebelum akhirnya pindah ke Batu Majang. 

Pada tahun 1982 di sebabkan alasan ekonomi, lahan yang terbatas serta kegagalan panen di tahun tersebut karena kemarau panjang membuat Uma'' Timai pindah ke Buluk Sen sebuah desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kertanegara. 

Sedangkan Uma' Baka' pindah ke Desa Long Gie di sungai Merasa, Kabupaten Berau. Uma' Baka' mereka bergerak lagi ke Rukun Damai dan menetap sementara disana. Tahun 1983 pindah kembali ke Batu Majang. Pada tahun berikutnya sebagian pindah ke Desa Long Gie, sungai Merasa dan sebagian pindah ke Sarawak, Malaysia.


Untuk objek wisata di Desa Batu Majang terdapat berbagai atraksi wisata menarik seperti giram di Sungai Alan, kearifan lokal Tana' Ulen (tanah adat yang di lindungi) yang memiliki kekayaan flora dan fauna, air terjun Jantur di Sungai Salung. Serta keunikan dan keindahan seni budaya khas suku Kenyah (Tari-tarian, alat musik sambe'/sampe', jatung utang, amin adet) yang dimiliki oleh masyarakat Kenyah di Desa Batu Majang.

sekilas sejarah suku dayak kenyah di desa batu majang
sekilas sejarah suku dayak kenyah di desa batu majang
sekilas sejarah suku dayak kenyah di desa batu majang
sekilas sejarah suku dayak kenyah di desa batu majang






🔗 Photo : @datumen
datu


Dema Yeliang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
View comments