Ragam Tarian Kenyah



Suku Kenyah dikenal dengan seni tarinya yang indah dan beragam seperti Kanjet Ung, Kendau, Ledo, Datun Julut, Datun Sun Bulak, Datun Pebeka Tawai, Petsuk Kina, Udo'(Hudoq, Uyat), Pepatei, Putung, Ajai, Lasan, Menyam Tali, Tawek, Temengang Madang, Leleng/Lileng, etc.


Tari dalam bahasa Kenyah disebut dengan istilah Kanjet/Kancet/Saga'. Kanjet sendiri terbagi dua yaitu Kanjet Laki (Pria) dan Kanjet Leto (Perempuan).


 "Ciri khas semua tari-tarian para perempuan Kenyah selalu dilengkapi dengan membawa kirip (bulu burung tebaun) dikedua belah tangan dan gerakan yang lemah lembut".

Semua tarian suku Kenyah (Kanjet laki dan Kanjet Leto) selalu diiringi instrument musik tradisional khas suku Kenyah seperti Sampe'/Sambe', Sampe bio', Tawek, Lutung, Jatung Utang, serta dilengkapi dengan pakaian adat tradisional yaitu : penutup kepala (Tapung) yang dihiasi dengan bulu burung tebaun dan temengang dan baju kaum lelaki (Besunung/Sunong, Sapai. Abet, Tabit/Tabin) serta baju wanita (Sapai, Ta'a).



Berikut sebagian tari-tarian suku Kenyah yang sudah dikenal luas:  




✅ Kanjet Datun Julut 
tarian datun julud dayak kenyah
Datun Julut ini diciptakan oleh Anyi Selong seorang Paren/Deta'au Kenyah (bangsawan) di Apau Kayan yang juga sang pencipta alat musik petik Sampe'/Sambe'/Sape'.

Tari ini awalnya sebagai tanda syukur atas kesembuhan penyakit, namun di jaman sekarang ini tari ini selain untuk tanda syukur juga dibawakan untuk penyambutan tamu.


Datun Julut sendiri berasal dari bahasa Kenyah yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bermakna : Bersama-sama berjalan memanjang (Datun) dan Berbaris/Berjejer (Julut).


Datun Julut ditarikan oleh para wanita yang memakai pakaian adat tradisional wanita Kenyah (Sapei, Ta'a) beserta penutup kepala topi bulu dan manik (Tapung puk dan tapung ino' sip) dan dilengkapi dengan membawa kirip (bulu burung tebaun) dikedua belah tangan mereka.


Tarian tersebut dibawakan dengan jumlah penari minimal 8 orang atau lebih. 




 ✅ Kanjet Pepatei 
ragam tarian suku dayak kenyah
Tarian perang yang dibawakan oleh para kaum lelaki Kenyah dilakukan sambil memegang Baing ilang /Baing Puk (Mandau bulu) dan Kelembit (Perisai) serta memakai pakaian tradisional Abet (cawat), Tabit, Besunung Kule Lenjau dan Kule Bilung (Baju dari kulit macan) Tapung Kenyah (Topi/Penutup Kepala) yang dihiasi bulu burung Temengang dan Tebaun. Tarian ini menunjukkan keperkasaan kaum lelaki dalam peperangan di masa lampau. 



 ✅ Kanjet Udo' (Uyat)
tarian udo' kenyah
Tarian Kenyah yang menggunakan topeng dan dibawakan untuk mengusir Roh jahat (Bali Jaat) ketika musim menanam padi tiba (Tau Nugan) dan menuai padi (Tau Majau). Tarian ini dibawakan oleh para wanita.

Topeng suku Kenyah terdiri dari beberapa jenis seperti :

  1. Udo' Aban (topeng dari kain yang berhias manik)
  2. Udo' Kiba (topeng dari keranjang rotan berbentuk segi empat yang juga dihias manik) 
  3. Udo' Temengang/Hudoq (topeng kayu bentuk burung temengang)

✅ Kanjet Lasan 
kanjet lasan dayak kenyah
Tarian tunggal suku Kenyah, namun Kanjet Lasan hanya dapat dibawakan di halaman/padang sesuai dengan arti dari kata Lasan tersebut yang bermakna halaman/padang .

Kanjet Lasan sendiri biasanya ditarikan di halaman depan uma' dado' (rumah panjang) dan amin adet (balai adat). Kanjet Lasan terbagi dua : Lasan Laki (pria) dan Lasan Leto (wanita).




✅ Kanjet Punan Leto

tarian dayak kenyah
Kanjet Punan (berebut) Leto (gadis/wanita) tarian yang menceritakan tentang para lelaki Kenyah memperebutkan seorang gadis atau wanita.


✅ Kanjet Leleng
tari leleng dayak kenyah

Tarian ini juga sangat terkenal selain datun julut yang dibawakan oleh para wanita. Kanjet Leleng/Lileng (lingkaran/berputar) ini juga salah satu tarian wajib suku Kenyah yang selalu hadir disetiap upacara/pesta adat. Tarian ini merupakan  salah satu lagu cerita rakyat Kenyah yaitu : Lileng Uyau Along.



✅ Kanjet Petsuk Kina/Pecuk Kina
tari pecuk kina dayak kenyah
Tarian yang menceritakan tentang perjalanan panjang Kenyah Lepo' Jalan di Apau Kayan menuju sungai Telen. Versi lainnya adalah Kanjet Mekong Kina.



✅ Kanjet Ngeleput 
ragam tari dayak kenyah
Tarian menyumpit dan menunjukkan keahlian para lelaki dalam berburu dengan menggunakan sumpit.




✅ Kanjet Tawek
kanjet ledo atau tari gong suku dayak kenyah
Tari tunggal yang mengekspresikan tentang kelembutan perempuan Kenyah dengan menari diatas Tawek (Gong) dengan gerakan yang lemah lembut dan penuh keseimbangan. Tari ini mengungkapkan kecantikan, kepandaian dan lemah lembutnya wanita suku Kenyah laiknya burung Temengang. Gerak tariannya mirip dengan Kanjet Tengen Leto.



✅ Kanjet Datun Sun Bulak
datun sun bulak kenyah
Tarian ini menceritakan periode atau masa kehidupan nomaden (berpindah-pindah tempat) Kenyah Lepo' Tukung sejak masih menggunakan Sapai Talun (pakaian dari kulit kayu) yang memakan waktu ratusan tahun hingga sekarang berdomisili di sungai Belayan. 

Periode masa mereka menjalani 6 tempat perpindahan sejak dari kawasan Apau Da'a (Ulu Iwan) hingga terakhir menetap di tepian sungai Belayan.

Hal ini tercermin dari nama tarian itu sendiri Sun Bulak. 
  1. Sun (perhentian/persinggahan) 
  2. Bulak (berpindah tempat/pindah mencari kehidupan baru)



✅ Kanjet Minjung
Tarian yang menceritakan tentang para kaum lelaki Kenyah berburu burung di hutan.



Namun sangat disayangkan akhir - akhir ini banyak sekali tarian suku Kenyah ini yang ditarikan dengan tidak benar bahkan dapat dikatakan sedikitpun tidak mencerminkan tarian suku Kenyah oleh para penari yang bukan penari asli dari orang Kenyah. Ini yang banyak admin lihat dari para penari dari sanggar - sanggar tari yang dibentuk oleh orang luar suku Kenyah. Sungguh mereka tidak mengerti sama sekali bagaimana seharusnya menarikan tarian - tarian Kenyah dengan baik dan benar. 


Hal ini terjadi karena para pelatih tari maupun penari di sanggar tersebut bukan orang - orang asli dari suku Kenyah. Notabene mereka tidak memahami dan tidak mengerti bagaimana seharusnya tarian Kenyah ditarikan dan dibawakan. 

Mereka tidak mengerti gerakan tu'ut dado', lekok, uju' dan lain sebagainya. Bahkan mereka sering kali mengkreasikan sendiri tarian suku Kenyah tersebut sesuka hati. Tak hanya dari segi tarian,  pakaian tradisional Kenyah pun sering kali bukan menunjukkan pakaian tradisional Kenyah yang benar. 

Seni budaya itu memang bersifat dinamis, namun perlukah dengan teori tersebut kemudian keotentikan sebuah tarian yang bagi suku tertentu begitu sakral kemudian dimodifikasi atau dikreasikan dan dibawakan sesuka hati ?. 

Perlu diketahui seni tari, ukir, musik, kerajinan tangan adalah bahasa simbolik/bahasa perantara bagi kaum Kenyah yang menggambarkan bagaimana mereka berinteraksi dengan sang roh pencipta, alam serta penggambaran tentang kehidupan masyarakat Kenyah. Hal tersebut sangat sakral bagi mereka dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan sesuka hati. Tradisi budaya Kenyah itu sangatlah rumit dan tidak semudah seperti yang terlihat kasat mata atau yang dibayangkan oleh orang awam tentang seni budaya Kenyah.

Kemudian musik pengiring tarian atau melodi dari instrument sambe' dalam tari-tarian suku Kenyah juga harus berkesesuaian. Maksudnya adalah jika sang penari membawakan tarian datun julut maka musik pengiring dari sambe' pun harus melodi datun julut. Tidak boleh tariannya datun julut kemudian pengiring musik tariannya melodi lileng/leleng atau yang lainnya, begitupun sebaliknya dan ini berlaku disemua tari-tarian suku Kenyah.
 
Mungkin orang luar tidak dapat melihat perbedaan ketika para penari sanggar seni yang bukan dari suku Kenyah tersebut menari. Namun jika anda seorang original Kenyah akan sangat mudah mengetahui mana tarian yang dibawakan dengan benar dan tidak. Bahkan mengetahui mana penari asli orang Kenyah dan bukan.

Perlu diketahui masyarakat Kenyah tidak ada sedikitpun kekurangan penari justru berkelebihan para penari. Sebab tradisi dan adat istiadat suku Kenyah masih sangat kuat dan terjaga dengan baik hingga sekarang. Dimana setiap orang Kenyah sejak kecil hingga dewasa (tua) dikehidupan tradisinya selalu tidak lepas dari seni tari.  

Ini dibuktikan dengan perkampungan masyarakat Kenyah di Kaltim, Kaltara dan Sarawak yang hingga kini masih terjaga keasliannya tanpa terpengaruh arus modernisasi dan selalu mengadakan acara/pesta adat. Setiap acara adat seni tari adalah hal wajib yang mesti ada didalam masyarakat Kenyah karena bagi mereka seni tari, seni musik, seni ukir, seni kriya (kerajinan tangan) sangatlah sakral dalam tradisi budaya mereka dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena berkaitan erat dengan sang pencipta, alam dan kehidupan mereka. 

Semestinya meskipun para penari tersebut bukan asli orang Kenyah, namun wajib untuk para pelatihnya asli dari suku Kenyah yang mengetahui dengan baik tarian-tarian suku Kenyah. Sehingga tarian-tarian tersebut tidak ditarikan secara sembarangan.

Akhir kata hanya para penari - penari asli dari suku Kenyah dan etnik Apau Kayan/Orang Ulu yang bisa menarikan tarian-tarian Kenyah dengan baik dan benar serta mengerti filosopinya. Itulah uniknya Tepun (leluhur) Kenyah mewariskan tarian-tarian suku Kenyah yang hanya dapat dipahami  dengan benar oleh keturunannya.  

Lain kesempatan kita akan bahas satu persatu tentang tarian Kenyah tersebut dan tarian lainnya.





photo 1, 2, 4 : http://sport.viva.co.id/cangkang/olimpiade/foto/read/6972-tari-perang-suku-dayak-kenyah -(Foto: REUTERS/ Yusuf Ahmad)


 
photo 10 : Fairuz Al Husein

Dema Yeliang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
View comments